Dalam syarah kitab Hikam diterangkan diantaranya, sbb : Para kekasih Alloh adalah orang-orang pilihan dan pingitanNya. Alloh sangat fanatik/cemburu dan sangat merahasiakan terhadap mereka, jarang sekali Alloh mau memperlihatkan para WaliNya. Bagaimana akan bisa diketahui seseorang yang sama-sama dalam makan minum dan lain-lainnya seperti orang biasa lainnya. Dan seterusnya. Alloh mempunyai hamba-hamba (sebagai kekasihNya) yang ditutupi dari orang umum dan hanya diperlihatkan kepada orang khusus. Maka ini orang yang tahu hanya orang yang sederajat atau yang mencintainya. Ada yang sama sekali tidak diperlihatkan baik kepada orang khusus ataupun orang umum, dan sebaliknya ada yang diperlihatkan kepada orang khusus maupun orang umum (terkenal seperti Syaikh ‘Abdul Qodir al Jailaniy). Ada yang diperlihatkan hanya dipermulaannya, ditutupi pada belakangan, dan ada yang sebaliknya. Ada yang sama sekali tidak diperlihatkan sampai para malaikatdan siapa saja tidak ada yang bisa tahu persisinya, semua Alloh yang menangani sampai matinyatidaklah melalui debu sampai dihidupkan lagi jasadnya dengan terlihat bersinar berseri-seri. Inilah Syuhada-ul Malakuutil A’laa (pahlawan kayangan tertinggi).
Minggu, 19 Februari 2012
TENTANG BAROKAH PARA WALI
Barokah atau berkah/berkat artinya bertambah-tanbah kebaikan, kebijakan dan kehebatannya dari Alloh. Para WaliAlloh itu jelas banyak sekali berkahnya meskipun sudah wafat. Orang yang baik itu pasti memberkahi. Di dalam al Quran surat Maryam diterangkan bahwa Nabi Isa As. hidupnya diberi berkah oleh Alloh, memberkahi dimana saja berada. Firman Alloh dalam surat Maryam 31:
“Wa ja’alaniy mubaarokan aina maa kuntu”
Barokah atau berkah yang mempunyai hanya Alloh semata, diletakkan pada kekasihNya dan apa saja yang memberkahi banyak sekali walaupun kadang dilihat dengan mata lahir kelihatan sepele atau hina dan remeh. Maka selama yang dituju hanya mencari berkah (biar mendapat berkah dari Alloh), tidak memundi-mundi mempertuhankan si Wali atau pepunden/jimat atau apa saja, adalah tidak ada larangan, tidaklah menjadi musyrik seperti katanya orang yang tak tahu persisnya.
Beberapa contoh berkah:
1. Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim bahwa Nabi Saw. pernah meludahi mata Sayyinida ‘Ali yang telah menderita dalam peperangan Khoibar, maka seketika itu juga sembuh berkat ludah Nabi Saw.
2. Telah meriwayatkan Imam ‘Uqaili dari Habbib Bin Fudhaihin bahwa ayah Habbib kedua matanya telah rusak. Kemudian Nabi meludahinya dan seketika itu juga dapat melihat kembali. Habib berkata: Aku telah melihat ayahku memasukkan benang ke dalam lubang jarum padahal ia sudah berusia 80 tahun.
3. Diriwayatkan oleh Imam Bukhori bahwa setiap Nabi Saw. berdahak selalu ditadah oleh para sahabat, kemudian mereka gosokkan ke muka dan kulit mereka, serta kelebihan air wudlu bekas Nabi Saw. diambil berebutan oleh para Sahabat lalu mereka usapkan.
4. Dalam hadits Muslim diriwayatkan dari Siti Asma’ binti Abu Bakar Ra. bahwa ia telah memperlihatkan selembar jubah yng dulu dipakai Nabi Saw. kemudian disimpan oleh Siti Aisyah sampai wafat. Kemudian kata Siti Asma’: jubah ini kami celupkan ke dalam air dan airnya itu untuk pengobat orang-orang yang sakit.
5. Diriwayatkan dalam kitab Bukhori bahwa Ibnu Sirin (Tabi’in) berkata kepada ‘Abidah: Demi aku punya sehelai rambut yang berasal dari rambut Nabi ini lebih kusukai dari pada dunia dan seluruhnya.
6. Telah meriwatkan Sa’id bin Manshur dan Abu Ya’la bahwasanya Kholid bin Walid menceritakan ketika ia dalam peperangan Yarmuk dan menaklukan negeri Damsiq pada waktu itu beliau kehilangan kopiah. Kemudian beliau menyuruh kepada pasukan-pasukannya untuk mencarinya terus sehingga akhirnya ditemukan. Lalu beliau ditanya: Sebab apakah menyuruh mencarinya bersungguh-sungguh? Jawab beliau: Ketika Nabi Saw. ber’umroh mencukur rambut kepalanya, maka berlomba-lomba manusia memperebutkan rambut Nabi Saw. dan aku mendapatkan rambut bagian ubun-ubunnya. Kemudian aku letakkan di dalam kopiahku ini dan dimananpun aku turut berperang sedangkan kopiah ini ada padaku, maka aku selalu mendapat kemenangan.
Hadits ini menunjukkna bahwa Jendral Kholid bin Walid adalah pahlawan perang yang tidak pernah kalah karena berkat dar rambut kanjeng Nabi Saw.
Sebenarnya masih banyak sekali riwayat yang aneh-aneh tetapi cukuplah kiranya ini saja untuk pegangan kita menghadapi fitnahan orang-ornag yang tidak mau tahu berkah.
SIAPAKAH PARA KEKASIH ALLOH?
Adalah orang-orang yang amat merahasiakan kebaikannya.
Nabi Saw. bersabda: “Ruba asy’atsa aghbaro dziy thimroni tanbuu’anhu a’yununnaasi lau aqsama ‘alallohi la’abarrohu”.
Artinya: banyak orang yang serabutan rambutnya, yang berdebu wajahnya, yang kumuh pakaiannya, tiada orang kenal menyapanya, jika sumpah dengan Alloh pasti cespleng.
Yang namanya Uwais al Qoroniy Ra.
Menurut riwayat Abu Huroiroh Ra. pada suatu saat aku bersama beliau Nabi Saw. sedang dikalangan para Sahabat, beliau bersabda: Besok akan ada orang ahli surga kesini bersama-sama menjalankan sholat dengan kalian semua. Lalu aku (Abu Huroiroh) ingin sekali tahu siapa gerangan orangnyaitu? Maka aku berangkat pagi betul untuk bersama sholat subuh dibelakang Rosululloh Saw. lalu aku menanti sementara waktu, kemudian datanglah serang laki-laki berkulit hitam pakaiannya bertambalan mendekati beliau Nabi Saw. dan berkata: Wahai Nabi, do’akanlah aku bisa mati syahid, lalu beliau Nabi mendo’akan. Dari arah orang itu aku mencium bau wangi misik kemudian aku bertanya: Ya Rosulalloh, apakah ini orangnya? = iya itu, dia adalah menjadi budaknya si anu. + kok tidak engkau beli saja lalu dimerekakan ya Rosulalloh? =masak aku mau begitu kalau Alloh menghendaki dia akan menjadi rajanya ahli sorga kelak. Hai Abu Huroiroh, ahl sorga itu mempunyai beberapa raja dan beberapa gustinya. Lha si hitam itu kelak akan menjadi raja dan gustinya. Wahai Abu Huroiroh, Alloh itu senang dengan makhluq-makhluq pilihanNya yang sama menyamar yang bagus-bagus, rewok-rewok rambutnya, bungus-bungus berdebu mukanya, melipat perutnya dari makanan halal. Orang-orang semacam ini jika melamar menjadi pejabat pemerintah tak akanditerima, jika melamar perempuan ayu tak akan diterima,jika tidak muncul tidak ada orang yang merasa kehilangan, jika berada di tengah-tengah orang banyak tiada yang menghiraukan/tiada yang kenal, jika sakit tak ada yang mendatangi, jika mati tak ada yang melayat. Para Sahabat itu bertanya: Siapakah nama orang itu ya Rosulalloh? Aku ingin bertemu. = itu namanya Uwais al Qorniy, + Siapakah Uwais al Qorniy itu? = orang itu matanya biru, rambutnya merah, pundaknyalapang panjang, berpenampiulan cukup tampan sempurna, kulitnya kemerah-merahan, janggutnya menempel didadanya, selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang di tangan kirinya, ahli membaca Quran dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut, yang satu untuk penutup badan dan satunya lagi untuk selendangan, tiada otrang yang menghiraukan
“majhuulun fi ahlil ardli wa ma’ruufun fi ahli samaa’ ”
Tak dikenal oleh penduduk bumi, akan tetapi sangat terkenal oleh penduduk langit. Dia itu jika bersumpah demi Alloh pasti terkabul. Mengertilah bahwa dipundak kirinya ada belangnya putih sekira satu mata uang dinar. Dia itu besok waktu qiyamat ketika semua orang ahli ‘ibadah dipanggildisuruh masuk sorga, dia malah dipanggil agar berhenti dulu dan disuruhmemberi syafa’at dan ternyata Alloh memberi izin dia untuk mensyafa’ati sebanyak orang qobilah Robi’ah dan qobilah Mudlor semua diamsukkan sorga dan tak ada yang ketinggalan karenanya. Hai ‘Umar hai “ali, jika kalian bisa bertemu, suruhlah dia memintakan ampun untukmu berdua, pasti Alloh akan mengampuni kalian berdua.
Menurut keterangan hadits lain beliau Syaikh Uwais al Qorniy adalah seorang yang mempunyai ibu yang pekerjaannya selalu membaktikan diri kepadanya.
Karena sangat menyamarnya dan lemahnya beliau sehingga orang banyak pada umumnya sama mentertawakan, mengolok-olok, dan menuduh jelek yang bermacam-macam; ada yang mengatakan dia orang tukang bujuk, tukang mencuri dan lain sebagainya. Pernah beliau diberi hadiah pakaian dua helaidari seorang fuqohaknya negeeri Kuffah karena ingin berdudukan dengannya tap urung tak berhasil sampai sempurna karna beliau telanjang tak mengenakan pakaian, hadiah pakaian tadi diterima akan tetapi lalu dikembalikan lagi dan beliau berkata: Nanti orang-orang banyak menyanghka dari mana aku mendapatkan pakaian itu kalau tidak dari membujuk dan mencuri.
Beliau sebelum terkenal dan di kondangkan oleh Sahabat ‘Umar di suatu mimbar telah menjadi kebiasaanya berdudukan dengan para fuqohak. Setelah banyak orang tahu lalu beliau melarikan diri pergi ke lain tempat menyamar dan bekerja mencari buruhan menggembala unta dan lainnya.
Saking ajaibnya tentang cerita beliau Syaikh Uwais al Qorniy ini memang Alloh Swt. telah betul-betul menyempurnakan dalam merahasiakannya sampai peristiwa tentang wafat beliau, sebagaimana keterangan berikut ini:
Syaikh ‘Abdulloh bin Salamah berkata: aku ikut berperang adzarbijan bersama dengan saudara Uwais al Qorniy pada masa Kholifah ‘Umar bin Khottob Ra. setelah selesai perang ia jatuh sakit kemudian mati lalu aku bersama-sama sahabat lain berhenti disitu, tahu-tahu sudah ada kuburan yang telah tergali dan air yang mengalir dan kayu yang berbau harum, kemudian aku mandiakn mayat itu dan aku kafani, aku salatkan dan aku kubur, lalu aku tinggalkan. Setelah itu aku kembali lagi ke tempat penguburannya, akan aku tandai kuburan itu, akan tetapi ternyata sudah tak terlihat bekasnya lagi.
CINTA/MAHABBAH DENGAN PARA WALI DAN SHOLIHIN
Mahabbah atau cinta senang kepada Alloh dan Rosululloh Saw. adalah wajib bagi kita. Mahabbah denga orang yang sholeh dekat gengan Alloh memang disuruh dan sangat menguntungkan. Bahkan lebih menguntungkan lagi kalau sampai berkhidmat/mengabdikan diri yang tulus tanpa pamrih, akan membawa barokah pengaruh ikut bisa dekat dengan Allah. Bagi orang yang tidak mau semacam ini memang orang yang tak mendapat jatah bonus agung.
Suatu contoh pengabdian murid pada gurunya yang sangat menguntungkan yang karuan cerutanya yaitu tersebut dalam kitab syarah Hikam libni ‘Abbad tentang kisahnya Syaikh Ibnu A’thoillah pencipta kata-kata mutiara yang berbobot dalam ilmu tasawwuf dan sangat mudah untuk mencerahkan hati seseorang yang mau mempelajari, menekuni dan memahami kitab Hikam tersebut. Sebagai berikut:
Syaikh Abbul ‘Abbas al Mursiy Ra. sebagai gurunya adalah Wali Qutub agung, murid utama dan penerusnyaSyaikh Abu Hasan as Syadziliy pencipta thoriqoh Syadziliyyah yang berkembang pesat sampai di Indonesia khususnya di pulau Jawa adalah thoriqoh yang sangat tidak asing. Seperti pada umumnya sebagai siswa atau santri keinginannya adalah ingin diperhatikan gurunya, yakni ingin gurunya mendidik yang sungguh-sungguh sedangkan muridnya seenaknya saja. Begitu juga dengan Ibnu Atho’ pada tahapan pertama menyantri dihadapan guru besar Wali agung Syaikh Abbul ‘Abbas al Mursiy Ra. maka kemudian pada kesempatan bertemu antara giri dan murid, sebelum si murid menghaturkan keinginannya, sang guru sudah tahu lalu dengan spontan sang guru mengatakan jawabannya, sbb: Itu adalah terbalik, seberapa kadar perhatian guru terhadap murid, sekianlah guru memperhatikan muridnya. Jangan khawatir kamu disini pasti bisa menjadi orang hebat. Setelah paham mendengar kata-kata gurunya, Syaikh Ibnu ‘atho’ pada kesempatan bertemu yang lain mendengar bahwa Syaikhnya berkata ingin menyalin kitab Tahdzib yang hanya dimiliki oleh sang putranya. Maka setelah pulang dari sowan, Syaikh Ibnu ‘Atho’ segera memulai menuliskan tanpa memberi tahu pada Syaikhnya terlebih dahulu. Karena kitabnyacukup besar yaitu 3 jilid, maka setelah ditulis mendapat 1 jilid Ibnu ‘Atho’ segera menghaturkannya, dan ternyata tidak menyangka dan mengira kanjeng Syaikh menerimanyadan merasa senang sekali sampai mendoakan. Begitulah terjadi sampai tiga kali dan setiap kali sowan menghaturkan salinannya, diterima dengan senang hati dan didoakan. Bahkan pernah beliau sang guru sempat dawuh begini: masukkan dalam hatimu : “Wali itu tidak ada yang melebihi”, pernah lagi dawuh begini : kamu menyantri disini jangan khawatir, kamu harus mampu menjadi pemuka ilmu tasawwuf, aku tidak terima kalau kamu hanyamenguasai ilmu fiqh saja, dst. Ternyata dan memnang diakui oleh ibnu ‘Athoillah sendiri : memang betul-betul terbukti luar biasa perkembanganku berkat do’a Syaikh.
Silahkan teruskan cerita manaqibnya masih cukup banyak dalam kitab tadi, memangnyatanya; kitab Syaikh Ibnu ‘Atho’ yang kecil sekali yang populer dengan nama HIKAM adalah tidak ada kitab lain yang bisa membandingi dalam bobot dan banyaknya orang memakai. Ketinggalan anda yang belum pernah mengaji, maka mengajilah anda biar berbobot. Berkata Imam Sya’roniy: seumpama Al Quran tidak ada niscaya itab Hikam saja sudah cukup.
Selanjutnya perhatikan dalil-dalil berikut ini:
Firman Alloh dalam surat at Taubahayat 119:
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, taktlah kepada Alloh dan hendaknya kamu bersama orang-orang tang benar/terpercaya. Baik yang masih hidup atau yang sudah wafat dengan cara menziarahi dan mengenang.
Sabda Rosululloh Saw. :
Artinya : Hendaknya kamu bersama Alloh, kalau belum bisa maka bersamalah dengan orang yang telah bisa bersama dengan Alloh. Karena orang ini nantinya akan bisa menyampaikan kamu kepada Alloh jika kamu betul-betul mau bersamanya.
Kalau bersama saja belum bisa, masih ada jalan/kesempatan baik lagi yaitu dengan mahabbah/senang atau mencintai kepadanya. Mahabbah ini pentng sekali. Karena hanya dengan modal mahabbah saja nanti akan bisa dikumpulkan di akhirat.
Ada satu hadits yang mutafq ‘alaih dari Abu Musa al Asy’ariy Ra. beliau Nabi bersabda:mpul
Artinya: Seseorang itu berkumpul bersama dengan orang yang dicintainya.
Diterangkan bahwa hadits ini masih umum. Ya’ni siapa saja yang senang dengan Nabi atau orang mukmin maka akan bisa bersama masuk surga, hanya saja tentang derajanya lain-lain menurut amalnya sendiri-sendiri.
Ada lagi hadits yang mutafaq ‘alaih riwayat dari Anas Ra. : ada orang desa datang kepada beliau Nabi dan bertanya : Kapan kiamat ya Rosulalloh? Jawab Nabi : Bekalmu apa untuk menghadapi kiamat? Jawabnya: bekalku hanya sedikit sholat, puasa dan sedekah tapi aku mencintai Alloh dan RosulNya. Sabda Nabi Saw. :
Artinya: Kamu beserta orang yang kamu senangi.
Malah menurut keterangan Wali Qutub agung Syaikh Abu Hasan as Syadziliy : Orang itu jawabnya : aku tidak punya bekal apa-apa kecuali senang kepada Alloh dan Engkau ya Rosulalloh.lalu Beliau Nabi bersabda: Kamu berkumpul dengan orang yang kamu senangi.
Di dalam kitab Fataawal Hadiitsiyyah dikatakan oleh Imam al Karmaniy begini:
Artinya: Orang ahli ibadah itu ibadahnya yang paling banyak adalah bercinta kasih dengan para Auliya’. Karena cinta kepada mereka ini menunjukkan cinta kepada Alloh.
Dalam kitab Iqozhul himam, dikatakan begini:
Artinya: Mengabdi kepada guru Masyayyikh adalah suatu ibadah yang agung dan suatu derajat yang agung pula.
Juha syaikh Sayyid ‘Abbul Warits mengatakan sebagai berikut:
Artinya: Mengabdi kepada orang-orang yang mulya di sisi Alloh bisa menyebabkan wushul (dekat atau sampai) kepada Alloh.
Dawuhnya Sayyiduz Zuhhad wal ‘Ubbad wal ‘Ulama’ Syaikh Hasan al Bashriy Ra.:
Artinya: Siapa saja yang bisa diikuti tentang ketaatannya kepada Alloh, maka wajiblah dicintai. Dan barang siapa cinta dengan orang sholeh maka berarti senang dengan Alloh.
Sulthonul ‘Arifiin Imam Abu Yazid al Basthomiy mengatakan:
Artinya: Cintailah para Waliyyulloh agar mereka mencintaimu, sesungguhnya Alloh melihat hati para waliNya, yang menyebabkan Alloh mengampuni dosamu.
Sampai disini telah banyak sekalilah dorongan-dorongan supaya cinta dan berbakti serta mengabdikan dirinya kepada orang-orang yang dekat dengan Alloh. Karena pada haqiqatnya adalah mengabdikan diri dan cinta kepada Alloh Swt. Jangan mau mengabdi kepada seseorang tanpa tujuab haqiqatnya hanya semata mengabdi kepada Alloh. Bagaimana bisa dikatakan perbuatan syirik atau musyrik kalau sudah begitu caranya. Memang begitulah didikan kita selamanya, biar kita tanbah membaik dan bisa dekat dengan Alloh. Janganlah tergoyahkan dengan ajaran perilaku yang lain.
Inilah do’a beliau Nabi meminta cinta seperti tersebut dalam kitab Ihya’ lil Imam al Ghozali:
“Allohummarzuqniy hubbaka wa hubba man ahabbaka wa hubba maa yuqorribuniy ila hubbaka”
Artinya: Ya Alloh berilah aku bisa cinta kepadaMu, dan cinta kepada orang-orang yang cinta kepadaMu, dan cinta kepada apa saja yang bisa mendekatkanku bisa cinta kepadaMu ya Alooh..
Dalam kitab al Jami’u Shoghir:
“Allohumma maa rozaqtaniy mimma uhibba faj’alhu quwwatan liy fiimaa tuhibbu”
Artinya: Ya Allo, kecintaanku pada apa saja yang telah Engkau berikan kepadaku, jadikanlah sebagai kekuatanku untuk menjalankan apa saja yang Engkau senangi.
Allohumma amin, aku semua juga ya Alloh, aku semua, keluargaku dan anak turunku semua sampai hari kiamat, aku mohon bisalah cinta kepadaMu,kepada beliau Nabi dan semua keluarganya serta para Sahabat, para Auliya’, ‘Ulama’, dan Sholihin, dan semua guruku dan gurunya semua keatas. Dan kumpulkanlah aku semua di akhirat masuk surgaMu dengan anugerahMu dan ni’matMu dalam golongan mereka para orang-orang yang mendapat keni’matanMu dari para Nabi, orang-orang yang terpercaya, para Syuhada’ dan Sholihin. Amiin..
Langganan:
Postingan (Atom)